Tuesday, March 25, 2014

Antara Rasa yang Sama


Dan datanglah berita itu, menyusup pelan didaun telinga kita
Kemudian menjalarlah perasaan itu, perasaan yang hampir sama
Perasaan sesak, panas, dan tak tergambarkan rasanya
Entah sakit, kecewa, dan amarah yang membara
Aku merasakan apa yang kau rasakan juga
Perasaan itu, perasaan sakit atau kau sebut itu apa
Aku merasakannya dan bahkan perasaan kita sama
Jika diperbolehkan menangis, aku telah bosan menangisinya
Karena sakit yang diemban, akupun sudah tak kuasa
Hanya saja, aku merasa berbeda
Aku sudah menerima berita itu dengan lapang dada
Karena rasa ikhlas aku ucapkan untuk sebuah bahagia
Mengapa kau memungkirinya
Seolah tidak menerima realita
Terjadi begitu saja membalikkan semuanya
Karena apa yang aku rasa sama 
Seperti apa yang kau rasa juga
Bahkan aku yang terlebih lama mengenalnya
Tentu perasaan ini yang lebih sakit terasa
Lalu kenapa kau begitu membenci kenyataanya
Sedangkan aku bisa cukup tenang dan mencoba menerima
karena rasa ihklasku pasrahkan untuk sebuah bahagia
Dan sudah waktunya aku mecari bahagia lainnya
Berita yang aku dengar itu adalah hukumannya
Dan peringatanku atas kesalahan yang aku terima
Menyembuhkan efek dari berita itupun aku rasa lama
Dan waktu yang tepat adalah penetralnya
Kau yang tak pernah bertemu, sedangkan aku kerap bersama
Siapa yang lebih kuat menghadapinya?
Jangan kalah atas apa yang terjadi karenanya
Jangan padam atas terpaan angin yang ada
Karena aku mulai bangkit dari luka
Dan sudah tak memperdulikan tetang dia
Karena dia bukan hal yang pantas menjadi alasan kita terluka
Dia bukanlah hal yang wajar menjadi alasan kita berduka
Dia hanya pelajaran tentang bagaimana memilih dan mencerna
Tak hanya kepala, bawalah alam sadarmu juga


-eka yuliana-

Thursday, March 20, 2014

Come To Me "Hope"



Dan aku melihatmu terdiam dalam ujung harapan
Menatap sendu ujung kakimu yang tak sempurna menapak
Kala itu kau merasa rapuh dan tak banyak berharap
Kau merasa lemas dan lunglai untuk berdiri tegap
Tapi kau tak pernah tahu
Apa arti sebuah harapan
harapan tak pernah ada ujung

Dan aku melihatmu tersudut di kegelapan
menikmati tiap hitam yang meraba tubuhmu
dan disanalah kau merasa tubuhmu hampir tenggelam 
oleh hitamnya gelap yang semakin kelam
Tapi kau tak pernah tahu
bahwa cahaya kecil
mampu menyelamatkanmu

Dan aku mendengarmu menagis disepinya malam
bernyanyi tentang sebuah kesedihan
kebimbangan yang merisaukan
dan disanalah kau merasa butiran air matamu
adalah saksi perasaan lemah hatimu
Tapi kau tak pernah tahu
bahwa air mata 
mampu menjadikanmu lebih kuat

Dan saat ini kau merasa semakin rapuh
jari jarimu mulai bergetaran
kebahagian terenggut dari tanganmu
dan kau tak tau harus meraih apa
bagimu semua terasa hampa
Tapi kau tak pernah tahu
karena kau selalu merasa sendiri
kau menjauh dari mereka
dan kau kini menjadi sendiri

Mungkin kau bingung harus bagaimana
memulai untuk meraih mereka
Tapi kau tak pernah tahu
Jika
cukup kau buka tanganmu 
datanglah pada mereka yang menyayangimu
mereka akan menerimamu
merengkuhmu dan memberikan tempat yang hangat

Kau tak pernah tahu
kau hanya beranggapan jika kau sendiri
begitu yang aku lihat

bukalah tanganmu
langkahkan perlahan langkah kakimu yang gontai
hampiri mereka dan ulurkan tanganmu
kau akan merasakan kehangatan
tak lagi hatimu akan menggigil

Dan kau akan merasakan
bagaimana hidup tak sendirian
dan itu
akan menjadi hal yang lebih baik

Dan mungkin kau merasa malu mengakui dirimu lemah
mereka melihat keadaanmu yang menyedihkan
Tapi kau tak pernah tau
Lemah adalah kodrat manusia
dan karena itu mereka diciptakan untuk bersama

malampun pasti akan datang
dan taukah kamu?
hari haripun akan terus berganti
matahari akan terbit setelah itu
dan hari akan mulai kembali
bersama pagi
yah..
bersama
tidak sendiri

-Eka Yuliana-

Monday, March 17, 2014

"Angin, Daun dan Kabut Cahaya Warna Merah"



Dan berhamburan berjuta dedaunan karena angin itu
Mereka banyak berterbangan kesegala arah
Dan perasaan itu jadi tak menentu
Sebuah kabut dan cahaya berwarna merah

Dan sebuah kata mengingatkanku tentang sesuatu
Apa arti tangan jika tak kau gunakan menggenggam?
Begitu juga bagian ringkih itu
Rapuh dalam cahaya yang temeram

Pelangi tak menampakkan ujungnya
Dan hujan itu tak berujung
Kemana mentari pergi sesudahnya
Dan perasaan itu kembali bingung

Jikapun bisa aku ingin mengarungi laut disana
Sedalam apa kah, aku ingin tahu
Bagaimana bisa aku mengetahuinya
Dan perasaan ini kembali meragu

Dan ingin aku menggapai yang jelas dimataku
Tapi semua mengatakan itu hanya delusi
Perasaan mengatakan nyata untukku
Tapi mereka membalikkan aku dan dimensi

Tangan ini masih merasakan bukti 
Wajah ini pun pernah merasakannya 
Tapi mereka menyambukku dengan cemeti
Membuat seketika hanya buaian semata

Dan perasaan ini tak pernah dusta
Tentang apa yang dirasakan
Tapi perlukah aku percaya
Bahwa dunia tak pernah merelakan

Genggam, sentuh, dan rasa itu
Nyata sekali di hati
Apakah itu semua semu
Atau mereka yang tak mengerti

-eka yuliana-

Thursday, March 13, 2014

"Berharga"

Bahagia adalah TAKDIR semua manusia :)
dan Allah sudah menjaminkannya
untuk mereka yang bersyukur.
Kedinginan apa ini? kenapa terasa sangat berbeda?
Kesunyian apa ini? kenapa terasa ganjil?
Seperti malam yang gelap karena mendungnya
Seperti malam yang kelam karena dinginnya
Jangan sampai terus terjadi Ya Allah
Jangan hilangkan bintang - bintang itu
Karena mereka sangat berharga

Hembusan begitu lembut tapi menusuk
Seolah berbisik keadaan apa yang terjadi disana
Aku hanya bisa menerka Ya Allah
Sesungguhnya dia sangat kuat
Bahkan aku sering kagum dengan apa yang ada didirinya
Jangan jadikan malam dingin ini temannya Ya Allah
Karena kehangantan sangat berharga untuknya

Gelap itu begitu mencekam,
Mendung disiang hari pun terasa gelap
Lalu bagaimana jika dia bersanding dengan malam?
Maka berilah sedikit cahaya untuknya Ya Allah
Karena Engkau Sang Maha Hebat dalam mengatur keadaan hati seseorang
Karena Engkau Sang Maha Bijaksana dalam mengetahui perasaan seseorang
Aku berdo'a padamu Ya Allah
Tariklah wajah sedih itu darinya
Karena senyumnya sangat berharga

Dan aku terus berdo'a disini Ya Allah
Jagalah dia dari kesedihan itu
Karena dia hanya pantas untuk bahagia
Dia sudah terlalu sering merasakan kesedihan
Dan jaminkan semua itu akan dia dapatkan secepatnya Ya Allah
Limpahkanlah kebahagian itu segera
Tarik kesedihan itu dari hatinya

Karena dia juga berharga Ya Allah
dan berilah pula sesuatu yang berharga untuknya

-eka yuliana-

Thursday, March 6, 2014

"Expresi cinta binatang"

Beberapa gambar dibawah akan menunjukkan betapa indahnya sebuah kebersamaan.
Bukan sebuah kalimat yang menjawab tapi perasaan hati yang terpancar lewat wajah.
Melihat hewan hewan ini saling berbagi kasih, ada semacam perasaan hangat :')
Subhanallah..

Gandengan

Pejantan semacam merayu
Menjaga yang tertidur

Hahahaha... :')
Racoon!

Flamingo

Lihat senyum di sepasang singa ini

Monyong monyong gitu

Love shape

"Are you okay?"

Jalan bareng

Berasa milik berdua "just you and me"
Kaya dansa

Merayu

berpelukan

heemmm.. :)

saling jaga

love swan

lambang cinta sejati "katanya"

dizzy?

Meluangkan waktu sejenak dengan melihat gambar2 kebersamaan binatang2 ini..
melepas suntuk :)
bagaimana denganmu?
apakah merasakan yang sama sepertiku?
hehehe..

Tuesday, March 4, 2014

"You Just Need A Hug"

Berpelukan adalah sebuah sistem recharge yang terkadang susah untuk dijelaskan dengan logika.
Ketika sedang mengalami masalah berat, perasaan sakit, dan problema batin.
Sebuah pelukan mampu mengurangi semua beban itu.

Dan memang terbukti, berpelukan bisa memberikan perasaan tenang dan terlindungi. Memeluk bisa memberikan emosi positif yang membuat orang merasa lebih baik karena memiliki efek menenangkan dan juga mengurangi kadar stres. 

Dikutip dari : Stephanie Amando

Pelukan Membawa Kedamaian 
Saat berpelukan, tubuh melepaskan oxytocin , hormon yang berhubungan dengan perasaan damai dan cinta. 
Hormon oxytocin ini membuat jantung dan pikiran sehat. Hormon oxytocin ini baru bisa keluar jika manusia memiliki kehidupan sehat & merasa damai dan tentram.
Terapi pelukan hampir sama dengan terapi jalan kaki. Terapi pelukan meningkatkan keseimbangan tubuh, kesehatan, dan mengurangi tingkat stres, khususnya para profesional muda yang bekerja di kota metropolitan. 
Pelukan bukan berarti Anda harus mencari suami atau kekasih untuk melakukan hal ini. Pelukan dapat dilakukan pada siapa saja dengan penuh kasih dan damai. 
Tentu saja pelukan ini bukan berkonotasi negatif apalagi mengikutsertakan gairah. 
Pelukan ini juga bukan 'pelukan sosial', seperti berjabat tangan, mencium pipi kiri dan kanan, seperti yang dilakukan oleh budaya masyarakat beberapa negara pada saat pesta atau pertama kali bertemu. 

Pelukan yang dimaksud adalah pelukan saling menyentuh, tubuh dengan tubuh saling mengikat dan menyentuh. Ketika saling berpelukan, akan terasa perasaan nyaman dan damai.

Ketika kamu sedang bermasalah dengan apa yang kamu hadapi, memluk adalah pertolongan pertama.
Entah itu kamu memeluk binatang kesayangan, teman, sahabat, pacar, kekasih, suami, ayah, ibu, adik, kakak, atau saudaramu lainnya. Jangan sungkan untuk datang, kau hanya memeluknya.
tak perlu menceritakan masalah apa yang kamu alami, hanya mmeluknya dan mungkin itu akan menjadi pertolongan pertamamu.



Terispirasi dari video kisah nyata seorang yang bernama Juan Mann.
Baginya terkadang sebuah pelukan itu sangat dibutuhkan seseorang untuk meringankan masalah. walau awalnya menjadi tindakan kontroversi, tapi karena beberapa petisi membuat aparat menarik tindakan "banned" mereka.

Terlihat bukan, begitu dasyatnya sebuah pelukan? sebuah pertolongan pertama ketika masalah itu ada.
Ketika kamu sedih, sakit, terluka, hancur, terpuruk. Sebuah pelukan bisa menjadi pertolongan pertamamu.
Dan setelah itu jangan lupakan Allah sebagai sang khalik yang akan selalu mendengar curhatanmu ditiap sujudmu.
sebuah solusi paling menakjubkan yang mungkinhanya beberapa orang yang tahu.
Kamu mendapat masalah?
Datanglah ke orang terdekatmu, peluklah mereka..
Dan berterima kasihlah kepada Allah karena lewat orang terdekatmu itu kamu bisa merasa sedikit tertolong.
karena We only live once.. and human born with their social life.. :)
Manusia tidak pernah akan bisa hidup sendiri.. 

Thursday, February 27, 2014

Entahlah..


Apa yang kalian lakukan?
Berbuat sesuatu seolah aku tak mengetahuinya?
"Siapa saya", aku bertanya sendiri
kenapa kalian menyembunyikannya?
Taukah kalian rasanya lebih sakit ketika mengetahuinya?
Tanpa diberi tahu?
Dan kalian bukanlah orang asing dihidupku
Dan untuk apa disembunyikan? pada akhirnya akupun tahu?
Aku cukup dewasa untuk mengetahuinya, dan jangan tanya aku tahu dari mana
Aku cukup pintar untuk menelisik, meski aku jauh
Kenapa seolah aku sudah tak mengenal lagi kalian?
Kalian adalah hal yang berasal dari tempat yang sama
Dan itu yang membuat kalian terikat sebuah jalinan.
Masihkah harus saling menyerang?
Aku yang bukan dari asal yang sama seperti kalian
Aku paham, dan akupun lebih muda!
Akupun memiliki darah yang sama
Haruskah aku tak tahu?
Sedangkan pada akhirnya keluhan itu sampai ditelingaku?
Kalian berada di istana yang sama, mengapa saling serang?
Kalian berada di kerajaan yang sama, mengapa saling terjang?
Jika pondasi itu runtuh, maka rumah mana yang akan bertahan?
Jangan..
Aku merasa masih terlalu kerdil untuk menahan retakan itu
Dan aku tak sanggup, lihat tanganku masih kecil
Mungkin itu yang membuat kalian menyembunyikannya
Tapi bukan berarti aku tak bisa apa - apa
Dan itulah mengapa aku semakin malas untuk pulang
Aku merindukan mereka, pasangan yang melahirkanku
Tapi aku juga belum kuat melihat secara langsung tentang kalian
Menyedihkan..
Lihat aku, aku benar - benar masih terlalu kecil
Dan..

Entahlah....

Friday, February 21, 2014

"Dengan Bersama"



Setelah menjalani hari yang sangat melelahkan.
dibawah sinar rembulan,
dua bayangan menjadi satu
sebuah kebahagiaan yang samar - samar 
terlihat masih ada disana

Sebuah bekas luka hati yang masih meninggalkan beberapa mimpi
Penjerat yang perlahan semakin melonggar
bukan sebuah ingatan yang buruk untuk diulas kembali

Dan jika rasa dari luka itu hadir,
maka ingatlah seseorang itu
dia yang mencintaimu sampai terasa menyiksa dirinya
dia ada disana menantimu datang dipundaknya
dia ada disana, menunggumu

Jalan ini terkadang terasa teramat jauh
dan ketika kau meneteskan sebuah air mata kesedihan
yang menjadikan semuanya sebuah memori
mari sejenak ambil waktu untuk beristirahat

ketika aku berjalan denganmu, ketika aku tak bisa melihat
kemana arah kakiku melangkah
aku akan ingat tentang hari itu
ketika dunia menangkapku yang terjatuh
dan memberikan penopang agar aku bisa berdiri 
dan aku bersyukur kau disampingku

aku selalu merasa kurang baik, 
dan banyak kekurangan
tetapi..
aku akan selalu berada disisimu.

Aku mengingat hal lagi.
pada suatu malam yang gelap
ketika kita tersesat dalam langkah kita saat berkelana
mari jadikan semua itu lebih ringan dengan bersama

pada hari - hari jauh kedepan,
mimpi kita untuk menjajaki sebuah pelangi
waktu yang dihabiskan denganmu adalah hal yang sangat berharga

meskipun jalan ini terkadang terasa sangat jauh,
bahkan air mata kesedihan itu menetes
mari jadikan semua itu lebih ringan dengan bersama

Dengan Bersama


-eka yuliana-

Saturday, February 15, 2014

Dan kemudian si Anggrek itu....


4 tahun yang lalu..
Aku masih ingat sekali di kepalaku ini, sebuah hal yang begitu dalam dihati.
Saat itu aku berjalan di sebuah pinggiran yang menjual beberapa macam bunga. Aku mendatangi pedagang pinggiran yang menyusun beberapa macam pot berisi bunga, terdapat bunga anggrek, mawar, melati air, sedap malam, matahari, aster dan beberapa bunga yang terpajang sesuai pada kelompoknya.

Mataku berkeliling mengamati setiap penjuru tempat pedagang itu menaruh bunga – bunganya.
Dan, mataku tertuju kepada 3 bunga yang bukan sebuah kelompok yang sejenis.


3 bunga yang terdiri dari Anggrek Merah, Mawar Putih, dan Aster kuning. Aku menghampiri pedagang dan bertanya sebuah pertanyaan yang membuatku penasaran.
“itu mengapa ke tiga bunga disana dipisah pak??” tanyaku membuka rasa penasaranku.
“oh itu ada seseorang yang menitipkannya untuk dirawat.” Jawab tukang bunga tersebut melirik sepintas kearah tanganku menunjuk. Aku mengangguk dan kembali mulut ini ingin bertanya sesuatu.
“orang menitip? Memangnya, bapak menerima jasa penitipan bunga?”

Bapak tersebut sempat tertawa kecil “tidak nak, bukan begitu.. cerita dari ketiga bunga tersebut sedikit berbeda.” Bapak tersebut terlihat mengibas – ngibaskan tangannya membersihkan sisa2 tanah.
“asal kau tahu nak. Bunga itu, bukan hanya sekedar bunga.”
Aku mengernyitkan dahiku pertanda sebuah ekspresi kurang mengerti “maksudnya?”

Aster Kuning
“Dia si Aster kuning, pernah berada di sebuah kebun bunga seperti aster pada umumnya. Dan sepemilik mengambil salah satu kemudian menaruhnya dalam pot dan memajangnya di meja ruang makan. Berbaur bersama dengan keharmonisan keluarga pemilik aster. Beberapa saat si aster menikmati keharmonisan keluarganya, yahh seperti kata pepatah, hidup tak indah tanpa masalah. Maka datanglah sebuah masalah, dimana banyak sekali yang syirik dengan keharmonisan keluarga tersebut. Segala rencana busuk di serangkan ke keluarga tersebut, sampai dari sakit, jatuh bangun, dan segala macam lainnya. Maka karena itu pemiliknya menitipkan aster ini kemari, agar suatu saat nanti bisa diambil ketika permasalahannya sudah selesai.” Jelas si Bapak panjang lebar dan aku mengangguk, “lalu lainnya pak? Anggrek dan mawar itu?” Aku lihat Bapak itu menarik kursi dan mempersilahkanku duduk, sepertinya akan menjelaskan sebuah cerita yang agak panjang.

Mawar Putih
“untuk si mawar putih itu. Dia adalah bunga mewah, elegan dan cantik dari seorang keluarga yang biasa namun bahagia. Hanya saja, bunga ini sebelumnya hanya terkurung dalam kamar, tak pernah mengetahui keindahan sejatinya. Baginya dia hanya sebuah bunga yang dianggap seperti mawar pada umumnya. Sang pemilik yang juga tidak peka terhadap keindahan bunga tersebutpun hanya membiarkannya begitu saja. Hingga pada suatu saat ada seorang tamu yang sempat tak sengaja melihat bunga itu dan menawarkannya dengan harga tinggi. Rasa kaget sempat hinggap ke pemilik mawar, karena tidak menyangka jika bunga itu memiliki harga yang sangat tinggi. Rasa penasarannya pun timbul maka terbesitlah ide di kepala pemilik mawar untuk mencoba memperlihatkan bunganya ke khalayak umum. Dan ternyata benar, semua orang sangat menyukai bunga tersebut. Semua orang berusaha ijin menawar bunga tersebut. Dari sanalah mulai timbul rasa sayang pemilik mawar, dan ditetapkannya bunga itu akan menjadi teman seumur hidupnya. Akan dikembangkan dan di pelihara dengan baik olehnya, walau tetap saja….” Aku mencoba mencerna mimik si Bapak. Beliau melihat kearahku kemudian kearah bunga tersebut.

“bunga mawar itu tetap merasa dirinya hanya sekedar mawar. Dan baginya semakin dia dikenal orang banyak semakin susah dirinya untuk meyakinkan bahwa dia hanya untuk pemiliknya, bukan untuk diperlihatkan orang banyak. Dia sempat layu beberapa saat, untuk membuktikan kepada pemilinya jika dia tidak menyukai dilihat orang banyak. Maka dari itu si pemilik mawar membawanya kemari agar si mawar bisa belajar, karena bagi pemilik bunga tersebut perlu banyak belajar.”
Aku tertawa kecil.. “sedikit aneh kok seperti manusia saja ya pak??”
Pedagang bunga itu meluruskan pandangannya “kan sudah saya bilang nak, ini bukan bunga biasa”
Aku kembali terhenyak dan mendengarkan Bapak itu bercerita.

Anggrek Merah
“dan si Anggrek itu.. Banyak sekali cerita yang sangat tidak diduga darinya. Dia adalah bunga indah yang sedang mencari jati dirinya yang sebenarnya. Dia banyak dihujani karakter dan dia bingung dengan keadaanya. Seperti pemiliknya sebelumnya, pemiliknya adalah seorang yang cukup berada didaerahnya, bunga ini adalah saksi dimana keharmonisan keluarga kecil tersebut. Namun tetap saja sebuah keluarga pasti ada hal yang kurang, anggrek ini sering menjadi tempat bercerita anak – anak si pemilik. Anak2 pemilik selalu berkata jika pemilik tidak pernah memberi sebuah rasa sayang, bagi mereka pemilik cukup memberi uang maka anak2nya akan bahagia. Terkadang anak2nya selalu merasa pemilik tidak mau terlalu repot dalam mengurus anak2nya. Dan si anggrek ini hanya bisa menerima karena kau tau dan bisa kau lihat, bunga unik ini bisa hidup menempel dimana saja kan? Dia adalah bunga unik yang bisa beradaptasi. Dia banyak sekali berpindah pindah pemilik. Dan sekarang ini, dia satu2nya bunga yang untuk saat ini tidak memiliki seorang pemilik. Aku mendapatkannya tercampur bersama beberapa anggrek lainnya, karena dia anggrek yang berbeda warnanya maka dari itu aku letakkan saja menjadi satu disana. Cerita yang tak begitu banyak. Tapi tetap saja anggrek ini memiliki sisi yang belum terkuak.”
Aku menjadi sangat tertarik mendengar cerita Bapak tersebut.

Waktupun berlalu.. aku mengenang bagaimana cerita tentang 4 tahun lalu..
Dan saat ini, aku kembali ke sana, mengunjungi sahabat lama seorang pedagang bunga. Aku melihat dari kejauhan, beliau sedang sibuk menata satu persatu bunga sedap malam yang sudah tersusun rapi.
Aku mengucap salam dan dia menoleh dengan jawaban salamnya.
“Hey nak! Lama tidak berjumpa, dari mana saja? Sudah 4 tahun tak terlihat” jawabnya bersalaman denganku, dan aku menyambut uluran tangannya. Aku duduk di kursi yang dia persilahkan. Mataku tetap seperti biasanya, melihat sekitar menikmati aroma bunga dan beberapa warna padu yang cantik.
“Loh pak.. 3 bunga itu masih disana? Masih hidup? Keren sekali?!” kagetku melihat Anggrek Merah, Mawar putih dan Aster kuning masih disana ditempat yang sama dan tetap bertiga.
Bapak itu tersenyum. “sudah aku bilang nak.. mereka bukan bunga biasa. Kau baru mempercayaiku?” sindirnya tersenyum simpul. Aku menggaruk ujung kepalaku.. “hahahhaa” tawaku renyah.
“Itu si aster kuning, sebentar lagi akan diambil oleh pemiliknya.” Jawab si Bapak
“oowh.. tinggal 2 dong..”
“tidak juga, mawar putih oleh pemiliknya akan di bawa pindah.”
“lalu si anggrek?” tanyaku.
“belum ada, dia masih tetap sama dari dahulu..”
Aku terpaku oleh anggrek itu, rasanya ingin sekali aku miliki anggrek itu.
“emm apa boleh aku memilikinya??”
Si Bapak menoleh kearahku.. “aku tak bisa mengijinkannya sebelum kau mampu berbicara kepada anggrek itu.” Aku memasang wajah melongo.. “berbicara?”
“kau tak bisa? Jika tidak.. maka aku tak bisa merelakannya.”
Aku menghampiri anggrek tersebut. Aku mengangkatnya dan membawanya ke sebuah meja. Sebauh perasaan dimana ada seperti sinyal listrik singkat saat aku menatap anggrek ini. Apakah memang kau bukan hanya sekedar anggrek??

“Aku akan tetap disini..” aku seperti mendegar anggrek itu berbicara seperti itu..
Aku kaget dan sedikit menggerakkan tubuhku, 
“kk..kauu? apa aku sudah gila?” Aku menoleh kearah Bapak yang masih bergelut dengan beberapa bunganya, sepertinya dia tak mendengarku.
“Aku tak bisa kemana – mana.. aku akan tetap disini..” Aku seperti mendengar suara itu lagi.
Aku kembali memposisikan tubuhku menghadap kearahnya, kali ini aku mencoba lebih tenang menghadapi bunga aneh ini.

Aku berguman dalam hati. “lalu kau akan tetap sendiri, ketika ke dua temanmu pergi?” Tanyaku
“Aku akan tetap disini, mereka memang akan kembali kerumahnhya. Tidak lagi disini dalam pengembaraan kami, akan hanya tertinggal aku disini. Diantara kami bertiga, mungkin aku akan bertahan disini lebih lama, jadi kemungkinan ada saatnya aku bisa menjadi alasan mereka kembali kesini walau sekedar mengunjungiku. Aku akan menyediakan tempat yang sama, yaitu disampingku ketika mereka tiba dan kembali.” Aku menatap dengan seksama sebuah obrolan dari hati ke hati.

“Kau tau anggrek? Kau sangat cantik. Mungkin kau bisa lebih telihat bersinar jika kau terlepas dari keadaanmu sekarang ini, mengapa tak terbesit di hatimu, menjadi seperti mereka? Apa kau mau ketika mereka pergi, kemudia mereka kembali mengunjungimu, kau masih dalam keadaan yang sama? Seperti ini?” tanyaku

Anggrek itu tak bergeming.. “lalu? Apa kau baru saja memberi sebuah mata pelajaran kuliah?”
Aku tersenyum.. aku pernah dengar dari seorang guruku. Jika kau tertarik untuk merubah dirimu menjadi lebih baik dengan cepat, maka lepaslah sementara orang – orang disekitarmu. Lepaslah mereka dan menjauhlah sementara, dan kau akan kembali beberapa saat kemudian dengan kepribadian yang lebih baik. Itulah cara tercepat seseorang untuk berubah.” Anggrek itu diam
“dan kau tau? Kau sangat cantik, kau bisa menjadi lebih berharga jika berada ditempat yang lebih baik. Apakah kau tak membayangkan betapa senang dan terharunya kedua temanmu jika melihatmu lagi dengan keadaan yang lebih baik bahkan sangat baik?”

“teman temanku tak hanya mereka berdua, lihat disana.. anggrek – anggrek itu, bunga bunga lainnya itu.. mereka juga adalah temanku. Apa aku perlu meninggalkan mereka juga? Belum tentu aku akan bertemu dengan mereka lagi.”

Aku sudah cukup tau banyak tentangmu, saat ini kau tak tau harus kemana? Jati dirimu sebenarnya seperti apa, kau belum menemukannya, kau tak ada pemilik, aku tau. Anggrek, terkadang ketika kita berniat untuk mencapai kesuksesan, kita memerlukan pengorbanan, sekarang ini lihat.. siapa orang yang akan mendukungmu? Mereka pasti akan melepaskanmu walau ada rasa tidak bersedia untuk berpisah. Tapi demi masa depanmu, mereka menyayangimu dan pastinya mereka akan lebih baik jika kau bahagia kau sukses. Ini tak menjadi buruk, kau hanya perlu menjadi lebih baik. Itu saja, dan kembali lagi ke mereka dengan keadaan yang bukan seperti ini. Dengan keadaanmu sebelumnya dan keadaanmu yang sekarang ini, apakah kau tetap tak ingin berubah menjadi lebih baik? Hal yang kau ingin temukan, apa kau tak ingin mencarinya? Apa dengan kau tetap disini hal tersebut bisa kau temukan jawabannya??”

“Manusia, kau cukup menarik.. lalu bagaimana cara aku memulainya?”

“kau cukup menggerakkan keputusanmu. Aku bisa membantumu, ikut denganku.”

Anggrek itu terdiam..jika nanti saatnya tiba, jika nanti mereka berdua benar2 sudah tak ada disampingku, ketika kami hanya terhubung ikatan hati dan komunikasi jarak jauh. Apakah kau mau datang dan membantuku?”

Aku tersenyum.. semangat anggrek ini, sungguh.. menggerakkan hatiku untuk membantunya.
“Tentu saja!” jawabku lantang “aku akan datang lagi, dan.. hari itu hanya terhitung beberapa hari kedepan, apa kau siap??”

“aku siap..” jawab anggrek itu pelan.

Aku berdiri.. “aku harus pergi, kita pasti akan bertemu lagi anggrek.. secepatnya..” ujarku tersenyum dan mengembalikan anggrek itu ketempat asalnya, aku berjalan kearah Bapak yang sedang sibuk memotong dahan bunga.
“bagaimana?” ujar Bapak itu

“aku mulai mempercayai ucapanmu tadi, sebelumnya aku beranggapan aku gila.” Ujarku tertawa.
“aku akan kemari lagi setelah Aster dan Mawar putih itu tak lagi di sebelah Anggrek, dia yang memintaku seperti itu.” Ujarku, si Bapak termangu..
“aku pergi ya Pak.” Ujarku kemudian dan mengucapkan salam.
Bapak pedagang melambaikan tangan seraya menjawab salamku.

Bapak pedagang bunga itu melihat kearah anggrek yang terlihat lebih segar, kemudian si Bapak tersenyum tipis.. “semoga tepat.”

Oo0 Bersambung 0oO

Apa yang akan terjadi dengan anggrek itu? Tentang keputusannya?
Memilih untuk meninggalkan tempat lamanya demi menjadi anggrek yang lebih bersinar dari sebelumnya.
Meninggalkan beberapa hal yang menjadi pengorbanannya selama beberapa saat, tentunya bukan hitungan yang singkat. Kemudian dia akan kembali menjadi anggrek yang lebih cantik, penghuni etalase yang bergermerlap dan indah kemudian akan membantu teman – teman bunga lainnya bersama dia.
Dan menjadi anggrek yang lebih baik ketika Aster dan Mawar putih datang berkunjung menemuinya.



Dan kemudian.. apakah si Anggrek itu........... 
untuk sementara hanya dia dan Allah yang tau..