Showing posts with label Indonesia Amazing. Show all posts
Showing posts with label Indonesia Amazing. Show all posts

Wednesday, May 13, 2015

Kuil Hatshesut (+/- 1.470 SM), berkisah tentang Peradaban Purba Nusantara?

Peradaban Mesir Purba pernah dipimpin seorang Fir’aun Perempuan, yang bernama “Ratu Hatshepsut” (1479 SM – 1458 SM). Salah satu peninggalannya yang sangat terkenal adalah Mortuary Temple of Hatshepsut (Kuil Hatshepsut,wikipedia).
Yang menarik dari Kuil Hatshepsut, terdapat relief yang bercerita tentang Land of Punt (Tanah Punt), yakni satu daerah yang memiliki ciri kehidupan masyarakat Nusantara.
Hatshetsuptemple1
Misteri Tanah Punt
Kisah Tanah Punt, yang terdapat dalam relief Kuil Hatshepsut selama ribuan tahun menjadi misteri. Banyak analisis tentang keberadaannya, ada yang mengatakan berada di benua Afrika (Somalia, Ethiopia dan Sudan).
Namun berdasarkan penelitian mutahir, ciri kehidupan “Tanah Punt” ternyata sangat mirip dengan budaya Masyarakat Nusantara, terutama di sekitar Pantai Barat Sumatera Bagian Selatan.
1. Rumah Bangsa Punt, mirip rumah Suku Enggano Bengkulu
puntrumah2. Hiasan Kepala Bangsa Punt
hiasankepalapunt
3. Kebiasaan Pisau di Pinggang
pisaupuntSelain bersumber dari relief Kuil Hatshepsut, ada beberapa argumen lain, yang memberi bukti lokasi Tanah Punt, berada di sekitar Pantai Timur Sumatera Bagian Selatan.
a. Lokasi Pantai Timur Sumatera, terhadap wilayah Mesir
mesirbengkulub. Beberapa kosa kasa Suku Rejang Bengkulu, memiliki kemiripan dengan kosa kata bahasa Mesir (sumber : EGYPTIAN AND WEST SEMITIC WORDS IN SUMATRA’S REJANG CULTURE).
rejang4
c. Di daerah Sumatera Bagian Selatan, banyak ditemukan situs-situs purbakala yang berusia ribuan tahun, diantaranya : Situs Besemah (Sumsel 4.500 tahun,sumber) dan Gua Harimau (Sumsel 4.840 tahun, sumber).

Monday, January 12, 2015

Buah Buah asli Indonesia

Ternyata buah buah ini asli dari Negara Indonesia ya, dulu aku menyimpulkan buah yang asli milik Indonesia itu buah yang gak memiliki nama dalam bahasa Inggris. Hahaha.. dan ternyata ada beberapa buah yang dari kecil aku simpulkan sebagai buah asli Indonesia #Bangga #amat

Langsung kita simak, apa saja buah buah itu :
1. Durian
Banyak yang nggak tahu kalau buah berduri yang dijuluki King of Fruit ini berasal dari Indonesia.
Yup, durian yang khas dengan wangi menyengat ini ditemukan di Sumatra dan Kalimantan. Kelezatan rasanya membuat negara lain berlomba-lomba membudidayakannya.
Sekarang, ada ratusan varian durian tersebar di seluruh dunia, termasuk Thailand yang berhasil mengembangkan 300 varian durian. Wahh Indonesia sendiri jangan sampai kalah, sudah dibuktikan di Indonesia untuk buah ini memiliki musim sendiri. hahaha..

2. Manggis
Kalau durian adalah “raja buah”, maka pendampingnya adalah “ratu buah” yaitu manggis.
Buah yang awalnya ditemukan di daerah Kalimantan dan Sunda ini rasanya asam-manis yang sangat segar. Konon, hal tersebut sampai membuat Ratu Victoria dari Inggris tergila-gila. Selain itu, dimana kulit manggis itu sendiri memiliki hal yang menjadi kabar gembira untuk kita semua, buah keunguan ini juga mengandung banyak vitamin dan antioksidan yang bagus buat tubuh kita.

3. Kedondong
Buah dengan biji berduri ini berasal dari belahan timur Indonesia. Di dunia internasional, buah dengan kedahsyatan rasa masamnya ini disebut dengan nama Ambarella. Pada awal abad 20, kedondong diperkenalkan ke mancanegara, mulai dari Australia sampai Jamaika. Bahkan, kedondong sempat ditanam juga di Florida, tapi kelihatannya orang-orang Amerika belum seberapa mengenal buah ini. Jadi pengen ngerujak, buah ini sangattt cocok buat dirujak bareng nanas dan mangga #ngiler

4. Jambu Air
Buah ini dihasilkan dari pepohonan tropis Indonesia. Bunganya berwarna putih, sedangkan buahnya yang berbentuk mirip bel punya variasi warna keputihan, merah, dan hijau, tergantung pada jenisnya.
Biasanya, jambu berwarna merah memilki rasa paling manis. Jambu air dikenal mancanegara dengan nama Java Apple. Di beberapa negara, jambu dibuat menjadi buah untuk salad.

5. Belimbing
Buah yang berasal dari maluku, Awalnya, buah ini menjadi favorit di Asia, lalu kemudian dikenal hingga Amerika, khususnya Florida. Buah ini dijuluki Starfruit karena jika dibelah, bentuknya mirip seperti bintang. Orang barat menyebut rasa belimbing sebagai penggabungan pepaya, jeruk, dan anggur.

6. Pisang
Siapa mengira buah kuning kesukaan sang monyet ini berasal dari Indonesia, buah ini di bawa ke Eropa pada abad 10. Sekarang Amerika Latin-lah yang jadi produsen terbesar karena menguasai 65% produksi pisang dunia. Buah yang dipercayai memiliki kandungan yang sangat baik untuk menambah energi dan juga dipercaya bisa merangsang ego bahagia. Buktinya tuh monyet ketawa teruss..

7. Rambutan
Nah.. nii.. coba, buah ini kira kira bahasa inggrisnya apa? HAIRED FRUIT? ahhh... masa?!
Pada tahun 1906, Indonesia pernah mengekspor biji rambutan ke Amerika Serikat. Tapi sayang, rambutan nggak bisa hidup di sana. Sekarang beberapa negara, seperti Thailand dan Malaysia terkenal sebagai pengekspor rambutan yang sudah dikemas dalam kaleng.

source

Sunday, January 11, 2015

Dewa Photosop dari Jogja

Jogja memang terkenal sebagai kota pelajar, banyak sekali kreatif muda terlahir di negri ini. Kekreatifan bisa dilahirkan dengan berbagai hal. Kita mengerecut ke arah master photoshop yang berhasil membuat foto hitam putih menjadi gambar yang lebih nikmat dipandang dengan perbaikan warnanya.

1. Patih Danoeredjo VIII berjalan menuju Kraton Jogjakarta 


2. Suatu hari di th 1948 dimana kampus UGM pada waktu itu menggunakan "pagelaran' kraton Jogja sebagai tempat kuliah. Nampak mahasiswa UGM pada suatu pagi sedang melewati Jalan Malioboro untuk berangkat kuliah.


3. Penjual di jalan maliobro


4. Photo hitam putih th 1948... di selatan Plengkung Wijilan


5. 1948, Tentara Nasional Indonesia melewati jalan Malioboro... (depan toko Koh I noor).


6. Depan KR (Jl Pangeran Mangkubumi)... di th 1948... sebelah kiri itu ada papan nama Kedaulatan Rakjat.


7. Seorang pedagang sedang melewati kantor Asosiasi Perdagangan 'Reksa bunga' (kanan) 
di Jl.KHA Dahlan ..pada th 1934

8. Wanita setengah baya berjalan melewati depan KR (jl . P. Mangkubumi) th 1948.


9. Th 1920 - Tugu Jogja pada th 1920. Arak2an pasukan VOC... disebuah jalan di kota jogjakarta...sepertinya Jl. Sultan Agung (Bintaran)




Indonesia Amazing,

Saturday, January 10, 2015

Layang-Layang Pertama di Dunia Berasal dari Indonesia



Yap, layang-layang pertama di dunia berasal dari Indonesia, namanya Kaghati Kolope. Sejak dulu kita beranggapan bahwa bangsa Cina-lah yang menemukan layang-layang, namun klaim itu dipatahkan pada tahun 1997 saat ahli layang-layang berkebangsaan Jerman menyatakan bahwa Kaghati adalah layang-layang tertua di dunia, bahkan melebihi layang-layang bangsa Cina yang telah ada sejak 2800 tahun yang lalu.

Berawal dari festival layang-layang internasional Berck sur Mer yang diselenggarakan di Perancis tahun 1997. Wolfgang Bieck, yang merupakan Counsultant of Kite Aerial Photography Scientific Use of Kite Aerial Photography tertarik dengan layang-layang dari Indonesia. Layang-layang tersebut dibuat hanya dari daun dan berhasil mengalahkan layang-layang dari Jerman serta meraih juara pertama. Layang-layang inilah yang disebut Kaghati Kolope.

Kaghati dalam bahasa Muna berarti layang-layang dan Kolope merupakan bahan daun yang digunakan untuk membuatnya. Karena ketertarikannya pada Kaghati, Wolfgang akhirnya datang ke Pulau Muna, Sulawesi Tenggara untuk mempelajari layang-layang tradisional ini secara lebih mendalam.

Lukisan dinding di Gua Sugi Patani
Dalam kunjungannya, Wolfgang berkesempatan unutk mengunjungi Gua Sugi Patani yang ada di Desa Liangkobori, Muna – dimana ia melihat sebuah lukisan dinding yang menggambarkan seseorang yang tengah menerbangkan layang-layang dan ditorehkan dengan menggunakan tinta merah dari oker (campuran tanah liat dengan getah pohon).

Lukisan tersebut menarik rasa penasarannya dan setelah melalui rangkaian penelitian, diperoleh hasil bahwa coretan di dinding gua tersebut dibuat sekitar jaman Epi Paleolithic (periode Mesolitik) atau sekitar 9000-5000 tahun sebelum masehi.

Dari hasil penelitian inilah, Wolfgang kemudian menyatakan bahwa Kaghati dari Muna, Sulawesi Tenggara adalah layang-layang yang pertama kali diterbangkan oleh manusia. Perjalanan penelitian tersebut kemudian ditulis oleh Wolfgang, dan diterbitkan di sebuah majalah di Jerman pada tahun 2003 dengan judul “The First Kitman”Quote:Original Posted By PIC2.


Cara Membuat Kaghati Kalope (Layang-layang tertua di dunia)

Mengolah daun kolope menjadi kertas layang-layang tidaklah mudah. Kini hanya segelintir orang di Pulau Muna yang bisa membuat layang-layang dari daun kolope khas Pulau Muna. Daun kolope hanya merekahkan daunnya sekitar bulan Mei ketika iklim musim penghujan tiba namun saat itu daun terlalu muda untuk diolah menjadi kertas layang-layang. Baru sekitar bulan Juli daun kolope sudah cukup matang untuk dipetik sebagai bahan layangan.

Cara lain adalah menungu daun kolope itu kering secara alami lalu gugur di tanah. Akan tetapi, daun seperti itu terlalu rapuh dan mudah robek serta hasilnya kertas kolope akan berwarna kuning.

Kualitas terbaik daun Kolope adalah dipetik saat daun menua lalu panaskan di atas bara api (dikandela). Barulah setelah itu daun dijemur selama dua hari. Hasilnya bahan layangan berupa kertas putih, elastis dan kedap air.

Untuk satu layang-layang, dibutuhkan sekitar 100 lembar daun Kolope. Setelah menjadi kertas putih, daun-daun itu direkatkan satu sama lain pada sisi-sisinya sehingga menjadi satu lembaran yang utuh. Lembaran kertas dari daun kolope tersebut dikepik dengan kerangka kayu dan disimpan selama 5 hari. Berikutnya, lembaran itu dirajut dengan tali agar menjadi lembaran utuh kertas layang-layang.
Sambil menunggu, dibuat kerangka layang-layang dari bambu (patu-patu) dan talinya dari daun nenas hutan.



Daun nenas yang dipetik pun adalah pilihan yaitu daun tua. Daun ini tidak langsung diolah melainkan disimpan dahulu selama 2 hari. Setelah kering, daun dikerok dengan bambu sehingga yang tersisa hanya serat lalu dicecar menjadi jumbai-jumbai benang. Jumbai-jumbai benang selanjutnya dipilin menjadi seutas tali yang siap dipakai. Satu helai daun nenas hutan dapat menghasilkan 10 meter tali layang-layang.

Ketika kerangka dan tali sudah siap, kemudian disatukan menjadi satu layang-layang Kolope utuh. Berikutnya adalah diberi sentuhan terakhir berupa nada dering (kamumu). Kamumu adalah semacam pita suara yang dibuat dari daun nyiur yang apabila ditiup angin akan bergetar dan menghasilkan bunyi khas mendayu terutama saat layangan dibiarkan terbang saat malam hari.

Setiap layangan memiliki ukuran kamumu masing-masing sesuai seleranya sehingga suara yang dihasilkannya juga menjadi spesifik dan dapat dikenali. Bagi telinga yang sering mendengar bunyi kamumu akan segera dapat menebak pemilik layang-layang yang terbang di langit saat malam hari. Layangan ini terbuat dari daun kolope kedap air sehingga tahan di udara selama berhari-hari atau sekehendak pemiliknya kapan pun ingin diturunkan.


Cerita Turun-Temurun Masyarakat Liang Kabori

Menurut cerita turun temurun masyarakat Liang Kabori di Pulau Muna bahwa layang-layang adalah permainan petani pada masa lalu dimana mereka menjaga kebun sambil bermain layang-layang. Masyarakat Pulau Muna juga percaya bahwa layang-layang berfungsi sebagai payung yang akan menjaga pemiliknya dari sengatan sinar Matahari bila ia meninggal dunia. Ketika si pemilik ini meninggal, ia berpulang dengan berpegangan pada tali layangan dan bernaung di bawah layang-layang tersebut.



Saat ini, kaghati kolope masih dimainkan petani di Pulau Muna terutama setelah masa panen. Biasanya angin yang baik untuk layangan di Pulau Muna adalah bulan Juni-September. Pada periode tersebut angin timur bertiup kencang sehingga mampu menerbangkan layang-layang selama 7 hari tanpa pernah diturunkan. Bila selama 7 hari layang-layang yang diterbangkan tidak jatuh maka si pemilik layang-layang akan menggelar syukuran. Akan tetapi, setidaknya, hobi ini telah ada sekitar 400 tahun di Muna. Pulau Muna telah beberapa kali menjadi tuan rumah festival layang-layang.

Sumber