Showing posts with label Sejarah. Show all posts
Showing posts with label Sejarah. Show all posts

Tuesday, May 12, 2015

Asal Muasal Bangsa Rohingya, dalam 5 versi literatur?

Rohingya adalah kelompok etnis bangsa Burma, yang sebagian besar mendiami wilayah  di Arakan (Rakhine, negara bagian Myanmar [Burma]). Mereka adalah Muslim, dan berdasarkan garis keturunan merupakan campuran ras dari Arab, Persia, Arakan, Pathan dan lain-lain.
koinrohingya1                                                                    Sumber Picture
Berdasarkan penelitian ahli Sejarah Rohingya,  Saif Ali Khan (Sumber :rvisiontv.com), setidaknya terdapat 5 versi asal muasal Bangsa Rohingya, yaitu :
1. Pada tahun 1429 M, Sultan Nadir Shah dari Bengal (Banglades), mengirim Jenderal Wali Khan, memimpin 20.000 Tentara Pathan. Tujuan pengiriman bala tentara ini, untuk membantu Raja Naramiekhla agar dapat kembali berkuasa di Arakan.
Setelah berhasil memperoleh kemenangan, tentara Pathan ini menetap di Arakan. Kemudian mereka berinteraksi dengan penduduk setempat, dan anak keturunan mereka dikenal sebagai Bangsa Rohingya.
2. Leluhur Rohingya berawal dari tentara bayaran Muslim dari tanah Arab. Karena dikenal kejujurannya akhirnya mereka diperkenankan berdiam di Arakan oleh penguasa setempat.
arakan1b                                                                       Sumber Picture 
3. Pernah ada seorang Pangeran Muslim dari Kerajaan Mogul yang bernama Mohammed Rahim. Ia meminta perlindungan di Arakan, pada masa  dinasti Mrauk U.
Mohammed Rahim dan pengikutnya, diberi suaka dikemudian hari anak keturunannya dikenal sebagai Rahingya (lama-lama berubah menjadi Rohingya).
4. Dahulu pernah ada Kesultanan disebut Roang, yang kemudian ditaklukkan  Kerajaan Mrauk U. Raja Kerajaan Roang, mengirim putranya bernama Shah Ali dan seribu pengikut ke Mrauk U untuk mempelajari bahasa Arakan, sastra dan budaya. Setelah menyelesaikan studi mereka menetap di Arakan.
arakan1a
5. Sekitar abad ketujuh ada sebuah kapal karam di dekat Pulau Ramree. Para anak buah kapal berkebangsaan Arab kemudian dibawa ke pengadilan setempat.
Ketika Sang Raja bertanya kepada mereka tentang keberadaan mereka. Orang-orang Arab ini mengira mereka akan dibunuh. Jadi mereka berteriak meminta “Raham” yang berarti rahmat.
Raja Arakan pikir mereka mengatakan berasal dari Rahm (kemudian kata ini berubah menjadi Rohang dan orang-orang yang disebut, Rohingya). Setelah Sang Raja mengizinkan mereka untuk tinggal, para pelaut ini kemudian menikah penduduk setempat (wanita Arakan).
WaLlahu a’lamu bishshawab
Catatan Penambahan :
1. Para sejarawan menyebutkan bahwa Islam sampai ke Arakan pada masa Dinasti Abbasiyyah,yaitu Khalifah Harun Ar-Rasyid (786-803), melalui para pedagang Arab (sumber : voa-islam.com).
2. Ada pendapat yang mengatakan kaum Rohingya sebagai keturunan Persia-Turki-Bengali-Pathan. Bangsa-bangsa itu bermigrasi ke Myanmar pada awal ke-8 M. Mereka menikah dengan penduduk asli di wilayah Arakan (sebelah barat Myanmar), sehingga terbentuklah generasi muslim yang dinamai Rohingya (sumber : Rohingya dan Iran).

Sunday, January 11, 2015

Dewa Photosop dari Jogja

Jogja memang terkenal sebagai kota pelajar, banyak sekali kreatif muda terlahir di negri ini. Kekreatifan bisa dilahirkan dengan berbagai hal. Kita mengerecut ke arah master photoshop yang berhasil membuat foto hitam putih menjadi gambar yang lebih nikmat dipandang dengan perbaikan warnanya.

1. Patih Danoeredjo VIII berjalan menuju Kraton Jogjakarta 


2. Suatu hari di th 1948 dimana kampus UGM pada waktu itu menggunakan "pagelaran' kraton Jogja sebagai tempat kuliah. Nampak mahasiswa UGM pada suatu pagi sedang melewati Jalan Malioboro untuk berangkat kuliah.


3. Penjual di jalan maliobro


4. Photo hitam putih th 1948... di selatan Plengkung Wijilan


5. 1948, Tentara Nasional Indonesia melewati jalan Malioboro... (depan toko Koh I noor).


6. Depan KR (Jl Pangeran Mangkubumi)... di th 1948... sebelah kiri itu ada papan nama Kedaulatan Rakjat.


7. Seorang pedagang sedang melewati kantor Asosiasi Perdagangan 'Reksa bunga' (kanan) 
di Jl.KHA Dahlan ..pada th 1934

8. Wanita setengah baya berjalan melewati depan KR (jl . P. Mangkubumi) th 1948.


9. Th 1920 - Tugu Jogja pada th 1920. Arak2an pasukan VOC... disebuah jalan di kota jogjakarta...sepertinya Jl. Sultan Agung (Bintaran)




Indonesia Amazing,

Saturday, January 10, 2015

Layang-Layang Pertama di Dunia Berasal dari Indonesia



Yap, layang-layang pertama di dunia berasal dari Indonesia, namanya Kaghati Kolope. Sejak dulu kita beranggapan bahwa bangsa Cina-lah yang menemukan layang-layang, namun klaim itu dipatahkan pada tahun 1997 saat ahli layang-layang berkebangsaan Jerman menyatakan bahwa Kaghati adalah layang-layang tertua di dunia, bahkan melebihi layang-layang bangsa Cina yang telah ada sejak 2800 tahun yang lalu.

Berawal dari festival layang-layang internasional Berck sur Mer yang diselenggarakan di Perancis tahun 1997. Wolfgang Bieck, yang merupakan Counsultant of Kite Aerial Photography Scientific Use of Kite Aerial Photography tertarik dengan layang-layang dari Indonesia. Layang-layang tersebut dibuat hanya dari daun dan berhasil mengalahkan layang-layang dari Jerman serta meraih juara pertama. Layang-layang inilah yang disebut Kaghati Kolope.

Kaghati dalam bahasa Muna berarti layang-layang dan Kolope merupakan bahan daun yang digunakan untuk membuatnya. Karena ketertarikannya pada Kaghati, Wolfgang akhirnya datang ke Pulau Muna, Sulawesi Tenggara untuk mempelajari layang-layang tradisional ini secara lebih mendalam.

Lukisan dinding di Gua Sugi Patani
Dalam kunjungannya, Wolfgang berkesempatan unutk mengunjungi Gua Sugi Patani yang ada di Desa Liangkobori, Muna – dimana ia melihat sebuah lukisan dinding yang menggambarkan seseorang yang tengah menerbangkan layang-layang dan ditorehkan dengan menggunakan tinta merah dari oker (campuran tanah liat dengan getah pohon).

Lukisan tersebut menarik rasa penasarannya dan setelah melalui rangkaian penelitian, diperoleh hasil bahwa coretan di dinding gua tersebut dibuat sekitar jaman Epi Paleolithic (periode Mesolitik) atau sekitar 9000-5000 tahun sebelum masehi.

Dari hasil penelitian inilah, Wolfgang kemudian menyatakan bahwa Kaghati dari Muna, Sulawesi Tenggara adalah layang-layang yang pertama kali diterbangkan oleh manusia. Perjalanan penelitian tersebut kemudian ditulis oleh Wolfgang, dan diterbitkan di sebuah majalah di Jerman pada tahun 2003 dengan judul “The First Kitman”Quote:Original Posted By PIC2.


Cara Membuat Kaghati Kalope (Layang-layang tertua di dunia)

Mengolah daun kolope menjadi kertas layang-layang tidaklah mudah. Kini hanya segelintir orang di Pulau Muna yang bisa membuat layang-layang dari daun kolope khas Pulau Muna. Daun kolope hanya merekahkan daunnya sekitar bulan Mei ketika iklim musim penghujan tiba namun saat itu daun terlalu muda untuk diolah menjadi kertas layang-layang. Baru sekitar bulan Juli daun kolope sudah cukup matang untuk dipetik sebagai bahan layangan.

Cara lain adalah menungu daun kolope itu kering secara alami lalu gugur di tanah. Akan tetapi, daun seperti itu terlalu rapuh dan mudah robek serta hasilnya kertas kolope akan berwarna kuning.

Kualitas terbaik daun Kolope adalah dipetik saat daun menua lalu panaskan di atas bara api (dikandela). Barulah setelah itu daun dijemur selama dua hari. Hasilnya bahan layangan berupa kertas putih, elastis dan kedap air.

Untuk satu layang-layang, dibutuhkan sekitar 100 lembar daun Kolope. Setelah menjadi kertas putih, daun-daun itu direkatkan satu sama lain pada sisi-sisinya sehingga menjadi satu lembaran yang utuh. Lembaran kertas dari daun kolope tersebut dikepik dengan kerangka kayu dan disimpan selama 5 hari. Berikutnya, lembaran itu dirajut dengan tali agar menjadi lembaran utuh kertas layang-layang.
Sambil menunggu, dibuat kerangka layang-layang dari bambu (patu-patu) dan talinya dari daun nenas hutan.



Daun nenas yang dipetik pun adalah pilihan yaitu daun tua. Daun ini tidak langsung diolah melainkan disimpan dahulu selama 2 hari. Setelah kering, daun dikerok dengan bambu sehingga yang tersisa hanya serat lalu dicecar menjadi jumbai-jumbai benang. Jumbai-jumbai benang selanjutnya dipilin menjadi seutas tali yang siap dipakai. Satu helai daun nenas hutan dapat menghasilkan 10 meter tali layang-layang.

Ketika kerangka dan tali sudah siap, kemudian disatukan menjadi satu layang-layang Kolope utuh. Berikutnya adalah diberi sentuhan terakhir berupa nada dering (kamumu). Kamumu adalah semacam pita suara yang dibuat dari daun nyiur yang apabila ditiup angin akan bergetar dan menghasilkan bunyi khas mendayu terutama saat layangan dibiarkan terbang saat malam hari.

Setiap layangan memiliki ukuran kamumu masing-masing sesuai seleranya sehingga suara yang dihasilkannya juga menjadi spesifik dan dapat dikenali. Bagi telinga yang sering mendengar bunyi kamumu akan segera dapat menebak pemilik layang-layang yang terbang di langit saat malam hari. Layangan ini terbuat dari daun kolope kedap air sehingga tahan di udara selama berhari-hari atau sekehendak pemiliknya kapan pun ingin diturunkan.


Cerita Turun-Temurun Masyarakat Liang Kabori

Menurut cerita turun temurun masyarakat Liang Kabori di Pulau Muna bahwa layang-layang adalah permainan petani pada masa lalu dimana mereka menjaga kebun sambil bermain layang-layang. Masyarakat Pulau Muna juga percaya bahwa layang-layang berfungsi sebagai payung yang akan menjaga pemiliknya dari sengatan sinar Matahari bila ia meninggal dunia. Ketika si pemilik ini meninggal, ia berpulang dengan berpegangan pada tali layangan dan bernaung di bawah layang-layang tersebut.



Saat ini, kaghati kolope masih dimainkan petani di Pulau Muna terutama setelah masa panen. Biasanya angin yang baik untuk layangan di Pulau Muna adalah bulan Juni-September. Pada periode tersebut angin timur bertiup kencang sehingga mampu menerbangkan layang-layang selama 7 hari tanpa pernah diturunkan. Bila selama 7 hari layang-layang yang diterbangkan tidak jatuh maka si pemilik layang-layang akan menggelar syukuran. Akan tetapi, setidaknya, hobi ini telah ada sekitar 400 tahun di Muna. Pulau Muna telah beberapa kali menjadi tuan rumah festival layang-layang.

Sumber

Wednesday, January 7, 2015

Teknologi Zaman Nabi Nuh

Sebenarnya sudah lama sekali aku mendengar dan mengamati tentang peradaban silam yang disebut sebut lebih maju daripada peradaban kini (zaman kita).
Mungkin hanya beberapa orang yang yang tau tentang ini. Karena itu aku ikut menyebarkan kisah, siapa tau ini juga bisa membuka lebar mata hati manusia.

Sesuai firman Allah SWT:
“Dan orang-orang yang sebelum mereka telah mendustakan sedang orang-orang kafir Mekah itu belum sampai menerima sepersepuluh dari apa *) yang telah Kami berikan kepada orang-orang dahulu itu lalu mereka mendustakan rasul-rasul-Ku. Maka alangkah hebatnya akibat kemurkaan-Ku”.(Saba:45) 
*).Maksud dari “sepersepuluh dari apa yang telah Kami berikan kepada mereka” ialah pemberian Tuhan tentang kepandaian ilmu pengetahuan, umur panjang, kekuatan jasmani, kekayaan harta benda dan sebagainya.
Aku bangga menjadi Islam dan menyembah Allah subhanahu wata'ala. pertama mendengar cerita cerita tentang peradaban kuno aku merinding dan kagum dengan kekuasaan Allah yang benar benar sempuarna.

Secuil cerita yang bisa aku lampirkan.

Sesungguhnya Piramida Agung bukanlah dibangun ketika pemerintahan Firaun Khufu (Cheops) tetapi telah dibangun berabad sebelumnya oleh pemerintah-pemerintah silam yang lalu. Firaun-firaun Mesir hanyalah perbaikan saja piramida-piramida ini yang diwarisi mereka. Kenyataan ini lama-kelamaan disadari oleh banyak peneliti tetapi ia terlalu lama untuk dapat dipercaya oleh masyarakat dunia.

Anda dapat menonton film 10000 BC dimana ada kaum yang membangun Piramida ditengah-tengah padang pasir untuk mendapatkan gambaran tentang hal ini. Arsiteknya dalam menentukan lokasi piramida harus melihat jarak bintang dilangit dan koordinasi rasi-rasi dimana pada saat yang sama dia juga adalah ahli astronomi dan peramal Istana.

Peringkat ketiga piramida termasuk Piramida Agung Giza adalah bertepatan dengan posisi rasi Orion di langit, dan mengarah tepat ke arah kiblat. Ini antara misteri paling terbesar dalam sejarah kemanusiaan. Siapakah bangsa agung yang pertama merencanakan pembangunan Piramida? Sesungguhnya Piramida Mesir adalah indikator kiblat paling besar yang ada dibumi di mana Allah Yang Maha Agung telah menciptakan bintang-bintang Orion sebagai tanda kiblat dilangit. Piramida Mesir adalah petunjuk arah ke Baitullah di bumi sedangkan bintang Orion adalah petunjuk arah ke Baitul Makmur di langit. Maha Suci Allah yang menciptakan segala sesuatu tanpa sia-sia. Bangsa misteri yang membangun piramida pertama sudah tentu sebuah bangsa yang teramat cerdas dan genius dan di zaman itu kemajuan material adalah sebanding bahkan lebih maju dari apa yang kita temukan hari ini.

Tidak percaya?. Coba Anda bayangkan kehidupan manusia sebelum terjadinya banjir besar di zaman Nuh. Bayangkan kehidupan mereka adalah teramat canggih dengan mobil-mobil mewah dan kotaraya-kotaraya bercahaya serta pesawat-pesawat terbang seperti UFO yang bersimpang siur di udara. Setiap rumah ada sistem komputer yang canggih dan fasilitas internet kecepatan tinggi. Tapi apakah semua itu berguna setelah banjir besar melanda seluruh dunia. Tidak, tidak sama sekali. Nuh harus memuat kapalnya dengan manusia, hewan-hewan yang berpasangan serta spesies tanaman yang terpilih. Di sini kita dapat mengetahui bahwa 'profesi' Nuh bukan hanya seorang pengembang agama tetapi juga ilmuwan zoologi yang handal.

Nabi Nuh bisa membangun kapal yang teramat besar hanya berbekal pengikut yang tidak sampai 100 orang? Pikirkan. Seratus (100) orang itupun ada yang wanita dan anak jadi jumlah pekerja untuk membangun bahtera Nuh teramatlah sedikit. Bahkan pula, para pengikut Nabi Nuh as terdiri dari orang miskin yang lemah dan melarat saja. Nuh juga telah membangun kapalnya dalam jangka waktu yang terbatas (beberapa pendapat mengatakan dalam beberapa minggu saja).

Misteri ini benar-benar membingungkan peneliti bahkan ada juga peneliti Barat yang mengklaim bahwa, Bahtera Nuh dibangun oleh makhluk asing. Sebenarnya kita tidak akan heran dengan kemampuan Nuh ketika itu jika kita membayangkan kemajuan manusia sebelum Banjir Besar adalah seperti kemajuan pada masa kini setidaknya. Kita bisa membayangkan yang Nuh membangun bahtera di dalam hangar pesawat yang besar serta peralatan dan mesin-mesin yang canggih dibantu sistem komputasi yang canggih.

Masih tidak percaya?. Jika kita lihat pada kronologi kemajuan manusia, kita dapat melihat logika atau tidak kenyataan ini. Biar kita ambil periode dari lahirnya Nabi Isa menurut kalender Masehi yaitu 1 Masehi sampai 2009 Masehi. Bagaimana kehidupan manusia di zaman Yesus hidup. Bagaimana kemajuan manusia setelah 2000 tahun setelah kelahiran Nabi Isa? Berapakah jangka Adam manusia pertama hingga peristiwa Banjir Besar di zaman Nuh. Katakanlah sekitar 2000 tahun (ini perkiraan yang sangat minimal mengingat periode dari manusia pertama turun ke Bumi sehingga Banjir Besar bisa memakan waktu ribuan tahun), maka logiklah kemajuan manusia mencapai tingkat terhebat dan maju ketika Banjir Besar.

Maka jika berpikir seperti ini, kita tidak akan terkejut dengan kisah-kisah seperti Atlantis dan Lemuria serta Pemerintah Rama yang memiliki pesawat-pesawat terbang seperti UFO. Peperangan juga melibatkan tenaga nuklir seperti efek yang ditemukan di Mohenjo-Daro dan Harappa.

Tapi apakah semua kemajuan itu berguna berguna ketika tibanya bencana? Semua kemajuan itu habis tenggelam bersama orang musyrik yang mengingkari perintah Allah SWT setelah hanyut dalam arus kemajuan material dan kecanggihan teknologi yang mengkhayalkan. Manusia ketika itu semakin rakus dengan materi dan berbuat maksiat secara terang-terangan. Tidak heran jika ada pesta telanjang di sana-sini. Pesta-pesta mandi busa acapkali diadakan di festival-festival besar. Konser-konser musik yang mengkhayalkan seringkali diakhiri dengan pesta seks yang menghairahkan dihadapan sembahan-sembahan berhala yang mereka pertuhankan. Dakwah Nabi Nuh dikesampingkan bahkan sering keluar di media-media internasional.

Mungkin Anda merasa lucu dengan skenario yang ditampilkan di sini. Ini karena Anda memikirkan Nuh hidup seperti orang gua, bercocok tanam dan mengembala kambing saja. TIDAK SAMA SEKALI. Lihatlah lukisan-lukisan misteri di dinding kuil Firaun yang menceritakan satu mitos kuno tentang penghasilan tenaga listrik siap dengan lukisan kabel bawah tanah dan filemen listrik. Penemuan baterai kuno di Irak dan cakram padat kuno Dropa (sampai kini tidak diketahui apakah ia berbentuk CD, CD-RW, DVD, DVD-RW atau sebagainya) di China.

Dan yang paling menggemparkan adalah penemuan nuklir berusia lebih 2 juta tahun di Oklo, Afrika! Apakah maksud semua ini? Berapa umur Bumi sebenarnya? Berapa umur umat manusia sebenarnya?. Kita tidak bisa menganggarkannya berdasarkan penelitian Barat (buku referensi sejarah di Malaysia banyak merujuk kepada sumber Barat) yang dipengaruhi oleh The Hidden Hand seperti Illuminati dan Freemasonry. Mereka sebenarnya memiliki alasan untuk menyesatkan umat manusia. Segala kenyataan sebenarnya sangat jauh dari apa yang kita bisa bayangkan.

Penemuan nuklir berusia lebih 2 juta tahun di Oklo.
Maka setelah Banjir Besar, para pengikut Nabi Nuh pun bertebaranlah di muka bumi sehelai sepinggang setelah meninggalkan kehidupan modern dan canggih mereka ditelan banjir. Mereka kembali menjadi orang gua dan mulai berburu, bercocok tanam dan mengail ikan.


Seperti yang direkam di dalam Al-quran:
"Apakah mereka tidak memperhatikan beberapa banyak generasi yang telah Kami binasakan sebelum mereka, padahal (generasi itu) telah Kami teguhkan kedudukan mereka di muka bumi, yaitu keteguhan yang belum pernah Kami berikan kepadamu, dan Kami curahkan hujan yang lebat atas mereka dan Kami jadikan sungai-sungai yang mengalir di bawah mereka, kemudian Kami binasakan mereka karena dosa mereka sendiri dan Kami ciptakan sesudah mereka generasi yang lain". Qs.Al-An’am: 6

Di waktu-waktu malam mereka mungkin berkumpul di tepi unggun api sambil mendengar cerita orang-orang tua dikalangan mereka mengenai kehidupan moden dan canggih mereka suatu ketika dahulu seperti menaiki bas dan komuter (kebanyakan pengikut Nabi Nuh adalah miskin) dan ada juga yang pernah menaiki kereta. Mereka juga mungkin menceritakan bangunan-bangunan tinggi dan komputer.

Maka dari itu tak heran jika ada banyak artikel yang menceritakan tentang kisah kemajuan bangsa bangsa terdahulu bahkan cerita nusantara yang merupakan penguasa 2/3 dari bumi pun bisa di anggap wajar.

Marilah kita mencoba berpikir lagi Allah memiliki rencana yang besar untuk negri ini, dan ayo kita menjadi salah satu orang yang di berkahi Allah untuk berjuang di jalannya.

Semoga keturunan kita nanti menjadi tentara Imam mahdi bukan orang orang pengikut dajjal.

Aammiiin,,