Showing posts with label Renungan. Show all posts
Showing posts with label Renungan. Show all posts

Sunday, July 12, 2015

Sebenernya tugas wanita bukan di dapur, iyakah?!



Di Subuh yang dingin...ku dapati Ibu sudah sibuk memasak di dapur.

"Ibu masak apa? Bisa ku bantu?"

"Ini masak gurame goreng. Sama sambal tomat kesukaan Bapak" sahutnya.

"Alhamdulillah.. mantab pasti.. Eh Bu.. calon istriku kayaknya dia tidak bisa masak loh..."

"Iya terus kenapa..?" Sahut Ibu.

"Ya tidak kenapa-kenapa sih Bu.. hanya cerita saja, biar Ibu tak kecewa, hehehe"

"Apa kamu pikir bahwa memasak, mencuci, menyapu, mengurus rumah dan lain lain itu kewajiban Wanita?"

Aku menatap Ibu dengan tak paham.

Lalu beliau melanjutkan, "Ketahuilah Nak, itu semua adalah kewajiban Lelaki. Kewajiban kamu nanti kalau sudah beristri." katanya sambil menyentil hidungku.

"Lho, bukankah Ibu setiap hari melakukannya?"

Aku masih tak paham juga.

"Kewajiban Istri adalah taat dan mencari ridho Suami." kata Ibu.

"Karena Bapakmu mungkin tidak bisa mengurusi rumah, maka Ibu bantu mengurusi semuanya. Bukan atas nama kewajiban, tetapi sebagai wujud cinta dan juga wujud Istri yang mencari ridho Suaminya"

Saya makin bingung Bu.

"Baik, anandaku sayang. Ini ilmu buat kamu yang mau menikah."

Beliau berbalik menatap mataku.

"Menurutmu, pengertian nafkah itu seperti apa? Bukankah kewajiban Lelaki untuk menafkahi Istri? Baik itu sandang, pangan, dan papan?" tanya Ibu.

"Iya tentu saja Bu.."

"Pakaian yang bersih adalah nafkah. Sehingga mencuci adalah kewajiban Suami. Makanan adalah nafkah. Maka kalau masih berupa beras, itu masih setengah nafkah. Karena belum bisa di makan. Sehingga memasak adalah kewajiban Suami. Lalu menyiapkan rumah tinggal adalah kewajiban Suami. Sehingga kebersihan rumah adalah kewajiban Suami."

Mataku membelalak mendengar uraian Bundaku yang cerdas dan kebanggaanku ini.

"Waaaaah.. sampai segitunya bu..? Lalu jika itu semua kewajiban Suami. Kenapa Ibu tetap melakukan itu semuanya tanpa menuntut Bapak sekalipun?"

"Karena Ibu juga seorang Istri yang mencari ridho dari Suaminya. Ibu juga mencari pahala agar selamat di akhirat sana. Karena Ibu mencintai Ayahmu, mana mungkin Ibu tega menyuruh Ayahmu melakukan semuanya. Jika Ayahmu berpunya mungkin pembantu bisa jadi solusi. Tapi jika belum ada, ini adalah ladang pahala untuk Ibu."

Aku hanya diam terpesona.

"Pernah dengar cerita Fatimah yang meminta pembantu kepada Ayahandanya, Nabi, karena tangannya lebam menumbuk tepung? Tapi Nabi tidak memberinya. Atau pernah dengar juga saat Umar bin Khatab diomeli Istrinya? Umar diam saja karena beliau tahu betul bahwa wanita kecintaannya sudah melakukan tugas macam-macam yang sebenarnya itu bukanlah tugas si Istri."

"Iya Buu..."

Aku mulai paham,
"Jadi Laki-Laki selama ini salah sangka ya Bu, seharusnya setiap Lelaki berterimakasih pada Istrinya. Lebih sayang dan lebih menghormati jerih payah Istri."

Ibuku tersenyum.

"Eh. Pertanyaanku lagi Bu, kenapa Ibu tetap mau melakukan semuanya padahal itu bukan kewajiban Ibu?"

"Menikah bukan hanya soal menuntut hak kita, Nak. Istri menuntut Suami, atau sebaliknya. Tapi banyak hal lain. Menurunkan ego. Menjaga keharmonisan. Mau sama mengalah. Kerja sama. Kasih sayang. Cinta. Dan Persahabatan. Menikah itu perlombaan untuk berusaha melakukan yang terbaik satu sama lain. Yang Wanita sebaik mungkin membantu Suaminya. Yang Lelaki sebaik mungkin membantu Istrinya. Toh impiannya rumah tangga sampai Surga"

"MasyaAllah.... eeh kalo calon istriku tahu hal ini lalu dia jadi malas ngapa-ngapain, gimana Bu?"

"Wanita beragama yang baik tentu tahu bahwa ia harus mencari keridhoan Suaminya. Sehingga tidak mungkin setega itu. Sedang Lelaki beragama yang baik tentu juga tahu bahwa Istrinya telah banyak membantu. Sehingga tidak ada cara lain selain lebih mencintainya."


Tapi jangan sampai berpikir dengan membaca artikel ini, lalu kamu tidak mau belajar memasak untuk calon suamimu, :)

sumber : 7kontroversi

Friday, May 15, 2015

Dialog Bayi Aborsi

Renungkan, mereka juga manusia, Jika sebuah hal membuat semua ini terjadi, renungkan kesalahan yang telah diperbuat, Jika itu sebuah aib dan sebuah nista. Renungkan hidupmu dan dosamu.
Selalu akan ada hari pembalasan, Untuk negeri yang berangsur angsur menuju kehancuran moral. Ketika generasi yang dipercayakan Ir. Soekarno akan mengguncangkan dunia kini telah kehilangan moral mereka. Renungkan! Hidup memang hanya sekali, karena hanya sekali itulah. 
Gunakan sebaik mungkin.

Untuk para wanita yang sudah memikirkan cara ini untuk menyelesaikan masalah :

Perkataan Janin Bayi Korban Aborsi‎ 


KETIKA MASIH DALAM KANDUNGAN 

“Ibu... Saat ini Aku gembira sekali
Aku berada ditempat yang hangat dan nyaman walaupun gelap
Tapi itu tidak masalah, aku tetap gembira sekali
Allah telah memilihkan tempat ini untukku,
Aku bisa merasakan Ibu tersenyum,
Mendengarkan suara Ibu yang lembut. 
Tapi Bu, kenapa hari ini ibu menangis..? 
Malam ini aku juga mendengar Ibu menangis
Bahkan ketika tangisanmu semakin menjadi, 
Tiba tiba Ibu memukulku, yang masih ada dalam perutmu 
Aku kaget sekali Bu... 
Aku ingin sekali memelukmu 
Dan bertanya kepadamu, kenapa Ibu bersedih..?
Siapa yang telah membuat ibu menangis..?
Tapi Ibu terus memukulku.. Sakitttt Bu...! 
Ibu.. Aku ingin bertanya, kenapa hari ini Ibu mencaci maki aku..?
Aku bahkan tidak tau apa salahku..?
Yang ada Ibu hanya berteriak 
Sambil menyebutkan nama Seseorang yang Ibu katakan sebagai Ayahku, 
Seseorang yang kemarin memukul Ibu 
Ibu.. Aku ingin membelai wajahmu dan mengusap air matamu, 
Aku ingin mengatakan aku sayang Ibu agar Ibu tenang, 
Tapi tanganku masih terlalu kecil untuk bisa merangkul 
Bahkan membelai wajahmu Ibu.. 
Tapi, Tenanglah Bu.... 
Aku benar-benar akan membahagiakan Ibu saat aku tumbuh besar nanti. 
Aku akan menjadi jagoan kecil Ibu dan melindungi Ibu, 
Agar tidak ada lagi yang menyakiti Ibuku 

KETIKA ABORSI DILAKUKAN 

"Ibu.. Mengapa seharian ini Ibu tetap menangis..?
Apa aku berbuat salah..? 
Hukumlah aku Bu jika aku salah, 
Tapi tolong usir benda yang menarikku ini..!
Ibu dia jahat padaku, dia menyakitiku, Ibu... 
Tolong aku.. sakiiiiit Bu..... 
Kenapa Ibu tidak mendengar teriakan-ku, Bu...
Benda itu menarik kepala-ku, rasanya leherku ini mau putus, 
Dia bahkan menyakiti tanganku yang kecil ini
Dia terus menarik dan menyiksaku.. 
Sakiiit.....
Oh Ibu, tolong hentikan semua ini, aku tidak kuat kesakitan seperti ini.. Ibu.. Aku sekarat.. 

KETIKA ABORSI SELESAI 

Ibuku sayang, kini aku telah bersama Allah di Syurga
aku bertanya kepada 'Nya, apakah aku dibunuh..?
'Dia Menjawab “Aborsi.. 
Ibu, aku masih tidak mengerti apa itu Aborsi..? 
Yang aku tau sesuatu itu telah menyakitiku dan aku sedih Bu..
Teman-Temanku di Syurga bilang, kalau aku tidak di inginkan. 
Ahh... Aku tidak percaya, 
Aku mempunyai Ibu yang sangat baik dan sayang padaku. 
Mereka juga berkata, karena aku, Ibu merasa sangat malu.! 
Itu Tidak benar kan Bu..? 
Aku kan jagoan kecil Ibu yang akan melindungimu, 
Menapa Ibu harus malu..?
Aku janji tidak akan nakal dan membuat Ibu malu. 
Tetapi Mereka tetap bilang padaku, kalau Ibu sendiri yang membunuhku..! 
Tidak..! 
Ibuku tidak akan sekejam itu, 
Ibuku sangat lembut dan mengasihiku..! 
Maafkan Aku Ibu, aku telah berusaha sekuat tenaga untuk bertahan.
Karena aku ingin membahagiakan Ibu, 
Tapi sekarang Allah telah membawaku kesini, 
Karena kejadian itu benda Itu telah menghisap lengan dan kakiku hingga putus 
Dan akhirnya mencengkeram seluruh tubuh mungilku ini Bu... 
Aku hanya ingin Ibu tahu, bahwa aku sangat ingin tinggal bersamamu, 
Ku tak ingin pergi... aku sayang Ibu, 
Walaupun aku belum sempat bernafas dan melihat Wajahmu IBU... 
Aku sangat ingin mengatakan,.. 
"Biarlah aku sendiri yang merasakan sakitnya diperlakukan seperti itu, asal jangan Ibu". 
Maafkan aku karena gagal menjadi jagoan kecil yang akan melindungi Ibu, 

Selamat tinggal Ibu....


Wednesday, May 13, 2015

Renungkanlah 6 pertanyaan ini sobat!



Suatu hari , Seorang Guru berkumpul dengan murid-muridnya. ..
Lalu beliau mengajukan enam pertanyaan.. ..

Pertama…

“Apa yang paling dekat dengan diri kita di dunia ini…???”
Murid-muridnya ada yang menjawab….
“orang tua”, “guru”, “teman”, dan “kerabatnya” ..
Sang Guru menjelaskan semua jawaban itu benar…
Tetapi yang paling dekat dengan kita adalah “kematian”.. ..
Sebab kematian adalah PASTI adanya….

Lalu Sang Guru meneruskan pertanyaan kedua…
“Apa yang paling jauh dari diri kita di dunia ini…???”
Murid-muridnya ada yang menjawab…
“negara Cina”, “bulan”, “matahari”, dan “bintang-bintang” …
Lalu Sang Guru menjelaskan bahwa semua jawaban yang diberikan adalah benar…
Tapi yang paling benar adalah “masa lalu”…
Siapa pun kita… bagaimana pun kita…dan betapa kayanya kita… tetap kita TIDAK bisa kembali ke masa lalu… Sebab itu kita harus menjaga hari ini… dan hari-hari yang akan datang..

Sang Guru meneruskan dengan pertanyaan yang ketiga…
“Apa yang paling besar di dunia ini…???”
Murid-muridnya ada yang menjawab “gunung”, “bumi”, dan “matahari”.. ..
Semua jawaban itu benar kata Sang Guru …
Tapi yang paling besar dari yang ada di dunia ini adalah “nafsu”…
Banyak manusia menjadi celaka karena memperturutkan hawa nafsunya…
Segala cara dihalalkan demi mewujudkan impian nafsu duniawi …
Karena itu, kita harus hati-hati dengan hawa nafsu ini… jangan sampai nafsu membawa kita ke neraka (atau kesengsaraan dunia dan akhirat)…

Pertanyaan keempat adalah… “Apa yang paling berat di dunia ini…???”
Di antara muridnya ada yang menjawab… “baja”, “besi”, dan “gajah”…
“Semua jawaban hampir benar…”, kata Sang Guru ..
tapi yang paling berat adalah “memegang amanah”…

Pertanyaan yang kelima adalah… “Apa yang paling ringan di dunia ini…???”
Ada yang menjawab “kapas”, “angin”, “debu”, dan “daun-daunan” …
“Semua itu benar…”, kata Sang Guru…
tapi yang paling ringan di dunia ini adalah “meninggalkan ibadah”…

Lalu pertanyaan keenam adalah… “Apakah yang paling tajam di dunia ini…???”
Murid-muridnya menjawab dengan serentak… “PEDANG…!! !” “(hampir) Benar…”, kata Sang Guru tetapi yang paling tajam adalah “lidah manusia”…
Karena melalui lidah, manusia dengan mudahnya menyakiti hati… dan melukai perasaan saudaranya sendiri…

Sudahkah kita menjadi insan yang selalu ingat akan KEMATIAN…
senantiasa belajar dari MASA LALU…
dan tidak memperturutkan NAFSU…???
Sudahkah kita mampu MENGEMBAN AMANAH
sekecil apapun… dengan tidak MENINGGALKAN IBADAH….
serta senantiasa MENJAGA LIDAH kita…???

Tuesday, September 9, 2014

Penyesalan yang Tertinggal



Teringat cerita seorang teman dekat yang mencurahkan beberapa uneg - uneg di hatinya. Dia adalah seseorang yang untuk saat ini sudah tidak tahu bagaimana caranya untuk jatuh cinta lagi. Dia mengatakan kepadaku jika cinta terakhir dia adalah untuk seseorang yang juga telah menghancurkan hatinya hingga tak beraturan. Mungkin cukup berlebihan mendengarnya, tapi dia memang mengatakannya seperti itu. Kini dia menjadi sosok yang cukup dingin jika ditanya perihal cintanya. Memang dia bisa jatuh cinta dengan lawan jenisnya. Tapi ada keadaan dimana ketika hubungan itu berjalan, dan dia masih terbayang oleh rasa sakitnya kehilangan, maka dia menjadi setengah hati menyayangi seorang itu. Tak dipungkiri sudah beberapa pasangan yang diputus tanpa sebab bahkan hanya karena masalah sepele. Dan dia menyesali itu. Dia takut jatuh cinta karena takut menyakiti hati seseorang lagi.

Dia bercerita kepadaku seolah aku sanggup membantu permasalahan hatinya, walau dia juga mengatakan kepadaku, jika cukup aku mendengarkannya itu sudah cukup membantu permasalahannya. Tapi melihat keadaan dia bercerita sungguh tidak wajar jika hanya didengarkan tanpa diberi solusi.

Ku katakan kepadanya, wahai temanku.
Pernahkah kamu tahu jika didalam dirimu itu ada seseorang yang sangat tahu seperti apa sesungguhnya dirimu? orang yang sangat paham dan mengenali kamu. Orang yang tidak pernah bisa kamu bohongi. Dia yang selalu menjaga hati nuranimu untuk mengikuti apa yang dia inginkan dan baik untukmu. 

Dia mengangguk dan sedikit bertanya maksud dari ucapanku.

Disanalah kamu belum memahami mengapa sampai sekarang kamu masih menyimpan rasa benci terhadap orang yang bahkan sudah lama tidak kamu jumpai. Orang yang hampir merenggut senyum indahmu. Kenapa? bisa sampai selama ini kamu menyimpan dalam - dalam perasaan benci itu?
Dia orang yang sangat kenal sama kamu itu sebut saja sisi bijaksanamu. Sisi bijaksanamu itu sungguh sangat tidak menyukai dengan apa yang kamu lakukan, karena itu menjadi pembatas antara rasa bahagiamu dimasa depan dan jeratan rasa sakit masa lalu.

Kamu harus paham bagaimana kamu mengevaluasi diri kamu, kamu mungkin merasa bersalah karena sudah mengecewakan beberapa lelaki yang pernah menjadi pasanganmu. Itu adalah sebuah penyesalan. Tapi bukan berarti kamu harus mengungkit - ungkit persaan itu, karena bagaimanapun kita tak pernah bisa kembali ke masa lalu untuk memperbaiki kesalahan. Yang bisa kita lakukan untuk mengatasi penyesalan itu adalah, ambil waktu sejenak menemui sisi bijaksanamu, evaluasi sifat kamu agar kamu bisa menerima keadaan jika memang lelaki masa lalumu yang menghancurkan hatimu hingga tak beraturan itu sudah tidak bersamamu dan tidak layak lagi untuk diharapkan guna memperbaiki keadaan hatimu itu. Kamu hanya perlu bertanya kepada sisi bijaksananmu karena sisi bijaksanamu itu sungguh sangat sayang terhadap kamu. Dia tak ingin kamu terhantui masa lalu yang sakit. Setelah kamu bisa merasa lebih tenang dan damai. Dekatkan dirimu kepada Allah subhanahu wata'ala, karena kamu adalah hambaNYA. Kamu akan mendapati dirimu lebih tenang dari sebelumnya, dan untuk tahap selalnjutnya. Kamu hanya membutuhkan orang baru untuk membantumu memperbaiki keadaan hati itu. Kamu tentu sudah menjadi lebih baik dan tidak akan pernah mengulangi keadaan yang sama seperti sebelumnya kan? Kesalahan yang akan membawamu kembali ke penyesalan. Mungkin sangat mudah secara teoritis. Tapi kamu memiliki waktu seabgai teman.

Temanku sedikit terdiam mencermati maksud dariku. 

Karena memang sebuah penyesalan bukanlah hal yang harus terus terusan di timbun karena bisa menjadi bom waktu yang berdampak tidak baik, bisa menjadi pemicu rasa dendam atau rasa tidak baik lainnya yang terus mendoktrin keadaan sampai kamu benar - benar menyelesaikannya.

Selesaikan perasaan itu, evaluasi diri,
Karena sejarah hanya sebuah masa lalu yang tak mungkin kita ulas terus menerus.
Masa depan masih suci dan harus tetap diperjuangkan.

Yosha!! J

Monday, September 8, 2014

Zona Nyaman



Beberapa orang pasti sangat senang jika berada di zona nyaman mereka. Mereka bisa melakukan apapun secara tenang karena mereka berada di zona nyaman mereka. Semua bisa berlaku dalam berbagai hal. Dalam kehidupan, kenyamanan adalah factor untama untuk seseorang bisa mendapatkan kebahagiaan. Tapi apakah akan sama jika zona nyaman ini kita bawa ke pekerjaan? Mungkin beberapa diantara kalian akan menjawab “tentu saja, bekerja dengan zona nyaman akan membuat poin plus dengan hasil pekerjaan.” Namun kita perlu memahami sesuatu jika, zona nyaman hanya akan membawamu di ambang pembatas berkembangnya diri. Kamu akan tetap disisi dirimu dimana kamu yang nyaman dengan keadaanmu sekarang, statis dan tidak merespon sebuah keterbukaan untuk mencoba tantangan baru yang mungkin beresiko. Ini yang kerap menjadi kendala kia untuk mengembangkan potensi diri kita.

Seseorang yang sedang menikmati hidup mereka di zona nyaman mereka, apa yang mereka tunggu selain jatuh dari zona nyaman mereka. Sedangkan mereka yang survivor dengan tantangan hidup mereka, apa yang mereka tunggu selain hasil jerih payah yang luar biasa. Kamu yang bertahan di zona nyaman akan memperoleh seperti biasanya yang kamu dapatkan dan tidak akan ada hal yang WAH! Bagimu karena bagimu itu sudah biasa kamu dapatkan. Beda dengan orang yang mengupayakan sungguh2, meski pendapatan yang kecil akan ada sensasi WAH! Yang membuat mereka bersyukur.

Walau banyak sekali para survivor sangat mendambakan diri mereka berada di zona nyaman mereka. Rasa bosan dan lelah mereka untuk berjuang mendapatkan apa yang mereka inginkan. Kenikmatan hidup yang sangat mereka impi – impikan. Mungkin bisa dikatakan zona nyaman yang mereka bayangkan adalah sebuah materi yang duniawi.

Pernahkah kalian mendengar tentang kesuksesan yang pernah dicetuskan oleh seorang yang cukup terkemuka? Kesuksesan adalah bagaimana kita menikmati hasil yang kita dapatkan dengan cara bersyukur. Kedamaian hati dalam memperoleh hasil perjuangan. Jadi mungkin bisa kita tarik kesimpulan seiring pembahasan kita mengenai zona nyaman. Zona nyaman tiap orang sangat berbeda, zona nyaman bukanlah target pencapai kesuksesan.

Jadi mari kita pahami apa yang akan kita perjuangkan, dan bagaimana mendapatkannya. Jika itu tidak kamu temukan di zona nyamanmu. Ambil baju perangmu dan isi amunisimu dan keluarlah dari zona nyaman tersebut.

Stay di zona nyaman atau keluar sebagai survivor adalah pilihan dan resiko masing2 untuk menentukannya.


Yosh! J


Saturday, September 6, 2014

Memberi dan Menerima

Give and get

Pernah dengar sebuah pepatah “memberi lebih baik dari pada menerima” ? Tapi banyak penilaian dari manusia untuk saat ini memberi memiliki nilai yang beresiko baginya, entah itu dia merasa rugi atau karena pada dasarnya dia pelit. Padahal jika kita ukur dari makna memberi, ada sebuah feed back yang secara tidak sadar atau percaya tidak percaya bisa terjadi. 
Contohnya : Kita sering kali memberi suatu hal kepada teman kita karena kita memiliki pedoman, memberi adalah bersedekah, dan sedekah adalah ibadah. Suatu saat nanti apa yang kamu beri akan dibalas walau bukan dari orang itu juga, bisa juga lewat orang lain. Makanya terkadang ada rasa heran yang mencuat jika seseorang sangat enggan berbagi hanya karena alasan “merasa rugi”.

Tapi jangan juga dengan alasan diatas kita berpresepsi “memberi untuk menerima imbalan” itu juga termasuk salah. Karena rasa mengharap sebuah imbalan tidak beda dengan memberi tanpa ikhlas. Manusia adalah makhluk paling mulia dan beruntung dengan segala nikmat yang didapat dari Allah Subhanahuwata’ala. Lihat sekeliling kita yang kita dapat secara gratis padahal jika hal tersebut kita beli tentu sangat mahal harganya. Contohnya oksigen. Untuk itu kenapa kita merasa pelit dan sungkan memberi padahal semua itu adalah titipan? Siklus yang ada disekitar kita adalah apa yang kamu kerjakan. Kamu baik dan kamu suka memberi maka akan ada siklus pembalasan dari apa yang kamu kerjakan. Karena apa yang kamu kerjakan adalah apa yang kamu dapatkan.

Dunia adalah fana dan sementara.

Dan berbagi itu indah. J


Saturday, August 30, 2014

Allah gerakkan Alam semesta

Menurut Ilmu Astronomi, matahari bergerak dengan kecepatan luar biasa yang mencapai 720 ribu km per jam ke arah bintang Vega dalam sebuah garis edar yang disebut Solar Apex.

Ini berarti bahwa matahari bergerak sejauh kurang lebih 17.280.000 kilometer dalam sehari. Bersama matahari, semua planet dan satelit dalam sistem gravitasi matahari juga berjalan menempuh jarak ini. Selanjutnya, semua bintang di alam semesta berada dalam suatu gerakan serupa yang terencana.

Sebagaimana komet-komet lain di alam raya, komet Halley, sebagaimana terlihat di atas, juga bergerak mengikuti orbit atau garis edarnya yang telah ditetapkan. Komet ini memiliki garis edar khusus dan bergerak mengikuti garis edar ini secara harmonis bersama-sama dengan benda-benda langit lainnya.

 Menurut Harun Yahya, terdapat sekitar 200 miliar galaksi di alam semesta yang masing-masing terdiri dari hampir 200 bintang. Sebagian besar bintang-bintang ini mempunyai planet, dan sebagian besar planet-planet ini mempunyai bulan. Semua benda langit tersebut bergerak dalam garis peredaran yang diperhitungkan dengan sangat teliti. Selama jutaan tahun, masing-masing seolah "berenang" sepanjang garis edarnya dalam keserasian dan keteraturan yang sempurna bersama dengan yang lain. Selain itu, sejumlah komet juga bergerak bersama sepanjang garis edar yang ditetapkan baginya.

Semua benda langit termasuk planet, satelit yang mengiringi planet, bintang, dan bahkan galaksi, memiliki orbit atau garis edar mereka masing-masing. Semua orbit ini telah ditetapkan berdasarkan perhitungan yang sangat teliti dengan cermat. Yang membangun dan memelihara tatanan sempurna ini adalah Allah, Pencipta seluruh sekalian alam.

Garis edar di alam semesta tidak hanya dimiliki oleh benda-benda angkasa. Galaksi-galaksi pun berjalan pada kecepatan luar biasa dalam suatu garis peredaran yang terhitung dan terencana. Selama pergerakan ini, tak satupun dari benda-benda angkasa ini memotong lintasan yang lain, atau bertabrakan dengan lainnya. Bahkan, telah teramati bahwa sejumlah galaksi berpapasan satu sama lain tanpa satu pun dari bagian-bagiannya saling bersentuhan.

Fenomena itu telah disebutkan dalam Alquran sejak abad ke-7 M. Padahal, pada zaman itu manusia tidak memiliki teleskop ataupun teknologi canggih untuk mengamati ruang angkasa berjarak jutaan kilometer, tidak pula pengetahuan fisika ataupun astronomi modern. Dalam Alquran disebutkan matahari dan bulan masing-masing bergerak dalam orbit atau garis edar tertentu.

Simak firman Allah SWT dalam surah Al-Anbiya [21] ayat 33: ''Dan Dialah yang telah menciptakan malam dan siang, matahari dan bulan. Masing-masing dari keduanya itu beredar di dalam garis edarnya."

Disebutkan pula dalam surah Ya Sin [36] ayat 38: ''Dan matahari berjalan di tempat peredarannya. Demikianlah ketetapan Yang Maha Perkasa lagi Maha Mengetahui.''

 Menurut Alquran, keseluruhan alam semesta yang dipenuhi oleh lintasan dan garis edar: "Demi langit yang mempunyai jalan-jalan." (QS Az-Zariyat [51]:7)

Jika alam semesta yang begitu besar saja bergerak sesuai jalur yang telah ditetapkan oleh Allah, apakah manusia yang begitu kecil di bandingkan dengan alam semesta pantas untuk keluar jalur dan menentang Allah SWT? RENUNGKAN....!!!!

Hai orang-orang yang beriman, bertakwalah kepada Allah sebenar-benar takwa kepada-Nya; dan janganlah sekali-kali kamu mati melainkan dalam keadaan beragama Islam. (Ali Imran [3] : 102)

Dan berpeganglah kamu semuanya kepada tali (agama) Allah, dan janganlah kamu bercerai berai, dan ingatlah akan nikmat Allah kepadamu ketika kamu dahulu (masa Jahiliah) bermusuh musuhan, maka Allah mempersatukan hatimu, lalu menjadilah kamu karena nikmat Allah orang-orang yang bersaudara; dan kamu telah berada di tepi jurang neraka, lalu Allah menyelamatkan kamu daripadanya. Demikianlah Allah menerangkan ayat-ayat-Nya kepadamu, agar kamu mendapat petunjuk.(Ali Imran [3] : 103)

 Dan hendaklah ada di antara kamu segolongan umat yang menyeru kepada kebajikan, menyuruh kepada yang makruf dan mencegah dari yang munkar; merekalah orang-orang yang beruntung.(Ali Imran [3] : 104)

Semoga kita menjadi muslimin dan muslimah yang selalu ada di jalanNYA.
Aaammiin...

Thursday, August 28, 2014

Waktu, perhatikan waktu


Pernahkah kamu berfikir apa yang sebenar-benarnya kamu cari dan ingin kau gapai didunia ini?????
Pernahkah kamu berfikir tentang apa yang benar2 kamu harapkan?
Materi, Tahta, Cinta? atau hal duniawi lainnya? lalu apalagi, ...
sampai kapan akan berakhir keinginan2 itu?????

semua yang kamu cari sesungguhnya ada dalam dirimu sesuatu yang sifatnya hakiki .... sadarilah dunia ini bukanlah tempat asal mu, dirimu hanya numpang singgah didunia, sementara ketika kita meninggal disitulah saat kita kembali ketempat asal kita, pergi dari fananya dunia ini.

Dari point ini lihat dan perhatikan mereka yang banyak belum mengerti tentang apa guna kita didunia?
Mereka banyak saling mengobarkan nafsu hanya karena mereka ingin terlihat dianggap di dunia.
Bagaimana dengan kesudahannya? Sifat mereka bisa di pribahasakan.
"Seperti minum air laut, semakin kamu teguk, semakin kamu haus"
Itulah kita dan hal duniawinya, manusia dengan sifatnya yang hakiki.

sebuah pertanyaan, tahukah kamu jalan kembali dengan selamat ketempat asalmu???? atau malah ketika ajal telah tiba engkau belum tahu jalan kembali ketempat asalmu, dan malah tersesat hingga dirimu tidak selamat...

kesimpulan :

Carilah orang yang dapat mengajarimu, menuntunmu dan membimbingmu dengan selamat kembali kepada tempat asalmu. carilah seorang guru yang mencerminkan kepribadian Muhammad SAW... seorang ulama wa rosatul ambiyya (ulama pewaris ilmu para nabi). ulama yang berjiwa besar dan berakhlak mulia.

وَالْعَصْرِ (1) إِنَّ الْإِنْسَانَ لَفِي خُسْرٍ (2) إِلَّا الَّذِينَ آَمَنُوا وَعَمِلُوا الصَّالِحَاتِ وَتَوَاصَوْا بِالْحَقِّ وَتَوَاصَوْا بِالصَّبْرِ  
Wal asri innal insana lafil khusrin illalladzi na amanu wa amilush sholihat wa tawas sau bil haq wa tawa soubis shobr. 
Demi Masa sesungguhnya manusia itu berada dalam kerugian kecuali orang yang beriman, orang yang beramal sholeh, orang yang mengetahui yang Haq, dan orang2 yang sabar.

coba perhatikan waktu, ada malam ada siang... waktu malam 12 jam waktu siang 12 jam total 24 jam 1 hari. coba perhatikan kalimat Ashadualla illaha illallah (dlm huruf arab) ada 12 huruf, Ashaduanna muhammad rasullullah (dlm huruf arab) ada 12 huruf. ini cocok dengan waktu yang bila di total 24 jam 1 hari. maka isilah hari2 mu dengan 2 kalimat itu dan pengamalannya, agar tidak merugi dan insya allah engkau akan menjadi orang yang beriman, beramal sholeh, orang yang mengetahui yang haq, dan menjadi orang yang sabar.

Carilah tuhanmu melalui orang2 yang telah diberi petunjuk olehNYA...

Karena melihat dunia saat ini jebakan menjadi sangat manis untuk dinikmati.
Dan kita semua adalah makanan empuk mereka.
Oleh mereka yang syirik akan hal yang dijanjikan ke umat Nabi Muhammad untuk mendapatkan surga.
Mereka yang mempercaya setan sebagai Tuhan, dan teori pembasmian yang mereka anggap adalah jalan mereka beribadah kepada tuhan mereka. Tuhan mereka yang kita sebut sebagai setan yang nanti akan muncul menjadi fitnah terbesar yang kita takuti.

Sebenarnya mereka ada dan sangat nyata, hanya kita saja yang semakin terbiasa dengan kemunculan mereka yang perlahan.

Maka! Perhatikan waktu jangan sampai kamu menjadi salah satu orang yang merugi.
dan salah satu makanan yang gampang di lumat oleh mereka.

Naudzubillahimindzalik..